Posted on Leave a comment

Cincin Nikah Sumatera Barat – Hukum Nikah Mut’ah dalam Islam No ratings yet.

Cincin Nikah Sumatera Barat

Cincin Nikah Sumatera Barat – Pada dasarnya, pernikahan dalam Islam ialah sesuatu yang halal dan bahkan disunahkan.

Lalu, bagaimana dengan nikah mut’ah?

Dalam kitab berjudul “Mistik, Seks, dan Ibadah”, cendekiawan yang pun pakar tafsir Alquran Prof Quraish Shihab menjelaskan. Bahwa mut’ah dalam definisi bahasa ialah kenikmatan, kesukaan dan kelezatan. Sementara nikah mut’ah didefinisikan sebagai pernikahan dengan memutuskan batas masa-masa tertentu, hari atau bulan yang disepakati calon suami istri. Jika batas waktu tersebut berakhir, maka secara otomatis perceraian terjadi.

Lantas, bagaimana pandangan Islam berhubungan Nikah Mut’ah ini?

Dalam sejarahnya, nikah mut’ah pernah diizinkan pada masa mula Islam sebab situasi darurat. DR. Ahmad Nahrawi Abdus Salam dalam kitab berjudul “Ensiklopedia Imam Syafi’i” menuliskan, bahwa nikah mu’tah lantas dilarang dan larangan tersebut sudah menjadi ijma’ ulama.

Dikutip dari kitab berjudul “Serial Hadits Nikah 2 Cinta Terlarang” oleh Firman Arifandi, Lc., MA, Imam An Nawawi menyatakan dalam Al Minhaj. bahwa nikah mut’ah pernah diizinkan dan lantas dilarang sampai hari akhir.

Cincin Nikah Sumatera Barat – Dalam hadits yang diriwayatkan At-Tirmizy, Abdullah bin Abbas ra menuliskan bahwa nikah mut’ah pernah dibolehkan di awal-awal pensyariatan. Saat itu, seseorang yang menjelajah di sebuah negeri tanpa mempunyai pengetahuan berapa lama bakal tinggal, kemudian dia menikah dengan seorang perempuan sekadar masa tinggal di negeri itu, istrinya tersebut memelihara hartanya dan mengurusinya, sampai turunnya ayat yang berbunyi: orang-orang yang mengawal kemaluannya kecuali untuk istrinya dan budaknya.

Nikah mut’ah pernah diizinkan

Rasulullah saw lantas melarang praktik nikah mut’ah.

Dari Ar-Rabi’ bin Sabrah Al-Juhani berkata, bahwa ayahnya berbicara kepadanya bahwa Rasulullah saw bersabda, “Wahai manusia, dahulu aku mengizinkan anda nikah mut’ah. Ketahuilah bahwa Allah swt sudah mengharamkannya hingga hari kiamat.” (HR. Muslim).

Karena itulah, semua ulama dari semua mazhab juga sepakat bahwa nikah mut’ah hukumnya haram dan memasukannya dalam jenis pernikahan yang bathil. Bahkan, pelaku nikah diserupakan dengan pezina. Sahabat Nabi saw, Umar bin Khattab, memandang nikah mut’ah sebagai suatu kemungkaran. Di samping itu, pelakunya ditakut-takuti dengan hukum rajam, sebab tidak terdapat bedanya dengan zina.

Nikah Mut’ah Haram dalam Islam

Di zaman sekarang, nikah mut’ah semakin jelas bakal keharamannya. Sebab, andai ditinjau dari perspektif rukunnya, nikah mut’ah di anggap bathil sebab ketiadaan saksi, wali, dan pembatasan masa nikah yang menjadikan nikah tidak sah. Kalau juga ada saksi dan wali, tidak jarang semua pelakunya ialah palsu. Quraish Shihab pun mengatakan, bahwa nikah mut’ah tidak sejalan dengan destinasi perkawinan yang diinginkan Alquran.

Kendati demikian, ia menyinggung bahwa ada perbedaan pandangan antara ulama Sunni dan Syiah berhubungan nikah mut’ah ini. Sementara ulama Sunni tidak mengizinkan nikah mut’ah, tetapi tetap membedakannya dengan perzinahan. Akan tetapi, Quraish Shihab pun menyebut tidak tidak banyak ulama Syiah yang tidak menyarankan mut’ah, sebab dapat merugikan kaum wanita.

Di Indonesia, Dewan Pimpinan MUI sudah menerbitkan fatwa berhubungan kawin kontrak Sejak 25 Oktober 1997 silam. Dalam fatwanya, MUI menyimpulkan bahwa nikah kontrak atau mut’ah hukumnya haram.

 

Untuk pemesanan cincin nikah ataupun cincin tunangan bisa langsung hubungi admin CS bengkel cincin melalui telepon ataupun whatsapp 085776637546. Atau bisa kunjungi langsung

Alamat workshop kami di:

Jalan Balai Desa No 28, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa (17424)

Please rate this

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *